Apr
02

Too often we don’t realize what we have until it is gone;
Too often we wait too late to say “I’m sorry - I was wrong.”
Sometimes it seems we hurt the ones we hold dearest to our hearts;
And we allow foolish things to tear our lives apart.

Far too many times we let unimportant things into our minds;
And then it’s usually too late to see what made us blind.

So be sure that you let people know how much they mean to you;
Take that time to say the words before your time is through.

Be sure that you appreciate everything you’ve got
And be thankful for the Little things in life that mean a lot.

Saat ini masalah plastik yang tak aman sebagai tempat wadah makanan dan minuman sedang naik daun. Sebetulnya berita ini bisa dibilang basi. Karena telah sejak lama isu tentang plastik ini beredar. Layaknya mode dan trend pakaian, trend-trend lawas bisa jadi muncul dan digemari lagi sekarang. Begitu juga isu plastik ini, dulu pernah jadi hits, sekarang beredar lagi. Hal yang sama terjadi juga pada isu formalin.

Tapi diluar itu semua, tidak salah mencari informasi lebih jauh tentang plastik ini. Betulkah plastik berbahaya, plastik yang seperti apa yang dapat digunakan sebagai wadah makanan dan minuman??

Siap.. buka hati, buka pikiran..!!

Plastik adalah istilah umum untuk produk sintetik dan semisintetik. Plastik dibuat dari proses kondensasi organik atau adisi polimer dan kadang mengandung zat lain guna meningkatkan kualitas dan efisiensi biaya produksi.

Plastik dapat dikelompokkan tergantung dari banyak hal. Namun biasanya pengelompokkan plastik didasarkan pada jenis polimer backbone-nya, apakah itu polivinil klorida, polietilen, polimetil metakrilat, poli uretan, dan sebagainya.

Plastik dapat dibuat menjadi berbagai macam barang. Kursi, meja, kulkas, mainan, piring, gelas, botol minuman, tas, dan lain-lain. Namun di samping semua manfaat yang dapat diberikan oleh plastik ini, ternyata plastik dapat juga membahayakan bagi kesehatan. Terutama bila plastik digunakana sebagai tempat makanan dan minuman.

Plastik merupakan senyawa polimer yang dibuat dari berbagai bahan-bahan kimia. Zat-zat kimia yang berbahaya ini dapat bermigrasi ke dalam makanan atau minuman, banyaknya zat kimia yang bermigrasi akan semakin meningkat dengan meningkatnya suhu. Zat kimia berbahaya ini untuk selanjutnya dapat masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Efeknya baru akan terasa bila digunakan secara kontinu dan dalam waktu lama.

Plastik juga ternyata mengandung formalin. Pembungkus berbahan dasar resin ini rata-rata mengandung 5 ppm formalin. Satu ppm adalah setara dengan satu miligram per kilogram (http://www.gizi.net). Zat racun tersebut akan luruh ke dalam makanan akibat kondisi panas, seperti saat terkena air atau minyak panas. Karenanya, makanan yang masih panas jangan langsung dimasukkan ke dalam plastik atau styrofoam. Bersama formalin, luruh pula zat yang tak kalah racunnya yakni stiarin, yang biasa terkandung pada plastik.

Secara umum, zat racun seperti formalin dan stiarin terdapat dalam produk berbahan dasar resin. Namun, senyawa-senyawa ini terkandung dalam kadar cukup tinggi pada produk plastik berkualitas rendah seperti, plastik PVC. Contoh sederhana plastik dengan kadar senyawa racun tinggi adalah kantung plastik warna hitam yang biasa digunakan sehari-hari. Sebaiknya kantong plastik ini tidak disatukan dengan makanan, apalagi yang masih panas, seperti goreng-gorengan.

Informasi tentang bahaya plastik sebagai wadah makanan dan minuman sudah banyak tersedia. Anda dapat mencari sendiri informasi ini lebih jauh.

Mungkin yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah semua plastik berbahaya bagi kesehatan? Bahan plastik seperti apa yang baik dan aman dipakai sebagai wadah makanan dan minuman? Mari kita cari tahu..

Seperti telah diketahui, plastik terdiri dari banyak jenis. Diantara mereka, memang ada plastik yang khusus dibuat untuk wadah makanan dan aman digunakan. Biasanya pada produk plastik dicantumkan simbol atau kode sebagai petunjuk bagi para pengguna. Kode ini biasanya berupa nomor.

Kode nomor 1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/ tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan pada nomor 1 dan 2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

Kode nomor 2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti nomor 1 PET, plastik ini juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

Kode nomor 3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila
dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

Kode nomor 4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode 4 baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, namun plastik jenis ini sulit untuk di daur ulang. Barang dengan kode 4 bisa dibilang tidak dapat dihancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

Kode nomor 5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

Kode nomor 6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

Kode nomor 7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Nah.. sekarang kita telah tau mana plastik yang baik untuk makanan dan minuman. carilah kode nomor yang biasa tercantum pada bagian bawah barang plastik. Namun apabila bingung dan sulit untuk menghapal kode nomor, cukup dengan melihat simbol food grade pada bagian bawah plastik. Simbol ini menunjukkan bahwa barang plastik tersebut dirancang khusus sebagai tempat makanan dan minuman. Simbol food grade berupa gambar gelas dan garpu.

Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.

Feb
22
Filed Under (Dari Sekitar Kita Aja..., Warta Internasional) by mazziwan on 22-02-2009
Saat ini buanyak iklan banyak caleg yang masuk “Daftar Calon Tetap” ataupun “Daftar tetap Calon” suatu partai.

Mulai dari yang iklan “perkenalan” ” ini lho saya si Anu bin Anunya… bla-bla-bla dan tidak ketauan programnya apa.

Sampe dengan yang iklan di berbagai media dengan mengklaim kemajuan bangsa (EMANGNYA BANGSA INI MAJU YA?) … padahal itu hasil dari keringat dan darah rakyat yang bertahan dengan keikhlasan luar biasa ditindas bangsa sendiri.

Nah paling wagu dan ra mutu itu ya yang nebeng kepopuleran orang lain. Itu ra mutu babar blas!
Pilih saya, saya ini anaknya tokoh tukang pidato nasional … yaaaaa itu kan bapakmu yang terkenal hahaha.

Wis … wis … ngomongke iklan caleg iku pancen ngalahke dhagelane Srimulat utawa Pak Basiyo tenan. Lucu, bikin perut sakit dan kadang bikin orang melongo (GAK KEPIKIRAN GOBLOKNYA SAMPE SEGITU!)

*) komentar-komentar selengkapnya dari para sohib yang kenthir alias sinting bisa di liat di Fesbuk …

Feb
19
Filed Under (Dari Sekitar Kita Aja..., Film, Inspiration of the day) by mazziwan on 19-02-2009

Feb
12
Filed Under (Current Affairs, Inspiration of the day) by mazziwan on 12-02-2009

Maap sementara ini musimnya berkunjung di Fes Buk aku hehehehe …

Feb
07
Filed Under (Dunia Hiburan) by mazziwan on 07-02-2009

PEMILIK WARTEG MENGELUH, DEPSOS BELUM BAYAR MAKANAN

JAKARTA (SiaR, 27/3/98), Para pemilik Warung Tegal (warteg) di kawasan
Pelabuhan Arung Samudra, Tanjung Priok, Jakarta Utara mengeluh, karena hingga
Kamis (26/3) kemarin — sejak pembagian nasi bungkus gratis bagi korban
pemutusan hukum kerja (PHK), Selasa (24/3) lalu — pihak Departemen Sosial
(Depsos) belum membayar seluruh biaya pembelian nasi bungkus. Hal ini
diungkapkan para pemilik warteg yang ditemui SiaR, Kamis (26/3) kemarin.
Menurut sejumlah pemilik warteg, memang ada sebagian yang telah
diba-yar, tapi masih ada puluhan warteg lainnya yang belum dibayar. Dalam
seremoni gerakan program penanggulangan krisis moneter yang dilontarkan Mensos
Ny Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut itu, puluhan warteg yang ditunjuk
berkewa- jiban memberikan nasi bungkus seharga Rp 1.500 — yang ditukarkan
dengan kupon yang telah dibagikan sebelumnya– kepada para buruh korban PHK.
Seperti diketahui, Mensos Mbak Tutut membagikan sejumlah 15.000 kupon makan
gratis untuk lima wilayah DKI Jakarta. Kupon itu dapat dimanfaatkan oleh
sekitar 300 warteg di lima wilayah yang telah ditunjuk pemerintah.
Dalam seremoni tersebut, Mensos Mbak Tutut — putri sulung Presiden
Soeharto itu — meski hanya sempat mencicipi dua sendok nasi bungkus, menyata-
kan rasa bangganya dapat mencicipi “makanan rakyat”. Tindakan Mbak Tutut lalu
diikuti oleh para pejabat lainnya. Menteri Koperasi Subiakto Tjakrawerdaya,
Meneg UPW Tutty Alawiyah, Menpora Agung Laksono, Menteri Kesehatan Dr Faried
Anfasa Moeloek, Kapolda Metro Jaya, Mayjen (Pol) Hamami Nata dan Kasdam Jaya
Brigjen TNI Sudi Silalahi.
Menurut pengakuan para pemilik warteg yang belum dibayar oleh
pemerin-tah, mereka dijanjikan akan dibayar setelah “upacara makan nasi
bungkus” para menteri selesai. Tapi ternyata seorang staf Depsos kemudian hanya
membayarkan sebagian kepada pemilik warteg. “Bapak-bapak, ibu-ibu yang belum
memperoleh bayaran akan kami urus besok,” demikian pengakuan Pak Asep, salah
seorang pemilik warteg mengulangi kembali ucapan pejabat Depsos itu.
Ternyata hingga dua hari setelah itu, belum ada tanda-tanda pihak
Depsos menghubungi mereka. “Bagaimana cara kami memperoleh pembayaran. Apakah
kami harus meminta langsung ke Bu Menteri?” tanya salah seorang Ibu pemilik
warteg lainnya.
Persoalan Mbak Tutut makan di warteg ini tampaknya akan menjadi lebih
runyam, karena Kamis (26/3) kemarin, sejumlah mahasiswa Universitas Trisakti
mempertanyakan kepada senat mahasiswanya tentang uang sumbangan senilai Rp 70
juta — hasil pengumpulan spontan aksi keprihatinan di Kampus Grogol, Senin
(23/3) lalu — kepada pihak Depsos. Para mahasiswa itu mendengar kabar bahwa
uang sumbangan tersebut juga akan dimanfaatkan pihak Depsos untuk program nasi
bungkus warteg-nya Mbak Tutut.
Pihak senat mahasiswa Universitas Trisakti mengirimkan sumbangan aksi
keprihatinan tersebut ke Depsos setelah mendengar ada program warteg-nya Mbak
Tutut.
“Setelah mendengar banyak pemilik warteg belum dibayar Mbak Tutut, kami
berkewajiban menuntut senat mahasiswa kami yang telah mengirimkan uang
sum-bangan spontan keprihatinan itu ke Depsos untuk melakukan investigasi atau
pengusutan apakah sumbangan itu digunakan sebagaimana mestinya,” ujar Nova,
mahasiswi Fakultas Perminyakan Universitas Trisakti.
“Kami meminta senat mahasiswa kami untuk menuntut pihak Depsos
memberlakukan transparansi dalam penggunaan uang sumbangan masyarakat tersebut.
Jangan sampai program warteg itu, yang menggunakan sumbangan masyarakat luas
ternyata dipakai hanya untuk melahirkan kesan bahwa para pejabat itu peduli dan
juga prihatin dengan rakyat, tapi ternyata digunakan secara tidak semestinya,”
sambung seorang mahasiswa lainnya.
Seperti diketahui sumbangan masyarakat tersebut dikirimkan melalui
rekening Mensos di BRI dengan nomor 310117398. Hingga kini sumbangan masyarakat
terus mengalir melalui rekening Mensos. Selain dari masyarakat, seperti
dikatakan Mbak Tutut, sumbangan juga berasal dari pemotongan gaji presiden dan
menteri-menteri Kabinet Pembangunan VII.***

_______________________________

Tiba-tiba inget kebijakan paling aneh dalam sejarah peradaban manusia modern hahahaha

Semoga gak ada lagi kebijakan yang semacam ini dari presiden baru atau para pembantunya  negara ini.

Thanx for Phoenix … you da best!

Feb
06

Hari yang selalu menung beberapa hari ini membuat suasana Imperium menjadi sejuk. Kuda-kuda yang biasanya terpanggang matahari mendadak harus segera dimasukkan ke dalam kandang sebelum datangnya hujan. Kondisi di dalam ruangan Imperium sepertinya tidak terlalu terpengaruh oleh situasi ini.

Seperti biasa, para budak dan legiuner berbincang di sela-sela pekerjannya yang melelahkan. Tampaknya ada yang berbeda dengan topik pembicaraan hari ini. Kaisar berencana membagkan sabak kepada para legiunernya. Sabak, sebuah alat tulis sederhana berbentuk segiempat yang mudah dijinjing dan dibawa kemana saja.

Ada beberapa legiuner tua yang merasa ini adalah kebijakan yang agak terlambat, karena bagi para orang tua belajar menulis di sabak itu gampang-gampang susah. Sebaliknya, bagi legiuner muda, sabak ini bagaikan barang yang mewah. Simpel, ringan dan mudah dimasukkan dalam ransel ketika peperangan, itulah alasan keriangan legiuner muda.

Sabak, bagaimanapun adalah alat untuk menulis. Ketika kegunaannya bisa berbagai macam fungsi, itu hanyalah suatu asesoris pelengkap. Tentu saja Kaisar tidak gegabah meluluskan usulan para senator untuk membagikan perangkat tersebut. Peningkatan kualitas laporan peperangan, itulah yang pasti akan ditagihkan kepada para legiuner.

Seberapa besar kekuatan musuh, siapa jenderal yang berpengaruh, dan apa inovasi senjata yang dimiliki musuh, hal semacam ini yang selalu akan dikejar laporannya melalui sabak. Tidak ada tindakan lain bagi legiuner selain selalu berusaha menyampaikan laporan dengan cepat. Bagaimanapun sabak ini sudah dibagikan. Dan Kaisar tinggal menunggu progres pekerjaan dengan mengandalkan kehadiran piranti ini di tangan para legiuner. Legiuner, bekerjalah lebih keras.

Angka-angka ini rasional juga ya…… Jika nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb:

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

123456789101112 13141516171819202122 23242526

Coba kita hitung sama-sama:

H A R D W O R K (kerja keras)

8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only

K N O W L E D G E (pengetahuan)

11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96% Only

L O B B Y I N G (pendekatan)

12 15 2 2 25 9 14 7 = 86% Only

L U C K (keberuntungan)

12 21 3 11 = 47% Only

ternyata…semua nilai dari usaha-usaha kita diatas nggak bisa mengalahkan yang satu ini:

A T T I T U D E (sikap/tingkah laku)

1 20 20 9 20 21 4 5 = 100%

Tapi ini rumus yang berlaku di negeri bule sono.

Kalau di Indonesia sih, itung-itungannya begini:

G I G I H (hardwork)

7 9 7 9 8 = 40% Saja

I L M U (Knowledge)

9 12 13 21 = 55% Saja

L O B I (Lobbying)

12 15 2 9 = 38% Saja

M U J U R (Luck)

13 21 10 21 18 = 83% Saja

S I K A P (Attitude)

19 9 11 1 16 = 46% Saja

K O R U P S I

11 15 18 21 16 19 9 = 109%( ha..ha )

Makanya di Indonesia korupsi sukar diberantas karena selalu no 1.

____________________

Thanx for Mitha, it’s sooo make sense hahahaha!